Now Playing Tracks

Point of View

Kamu tahu bagaimana rasanya berada disekeliling orang yang memiliki masalah besar dan mereka berhasil menyembunyikannya dihadapanmu? Akulah dia. Orang yang menyalahkannya dengan sebab yang ku ambil dari sudut pandangku sendiri. Dan setelah masalahnya selesai, baruku sadari bahwa yang aku lakukan itu salah. Terlalu egoiskah aku yang terlalu memikirkan duniaku sendiri, yang menyibukkan diri hanya untuk menyalahkan orang lain tanpa tahu apa penyebabnya.

Problem.Problem!Problem?

Semua orang memiliki pilihan. Setiap pilihan, pasti ada resiko yang menyababkan masalah. Tidak memilih apapun pasti lebih bermasalah. Karena hidup itu memang banyak masalah. Masalah adalah sebuah waktu dimana kita diuji kesabarannya. Dan pertanda bahwa Allah masih menyayangi kita. Maka bersyukurlah jika punya banyak masalah, namun jangan lupa untuk segera menyelesaikan masalah dengan bijak. Karena jika tidak, akan timbul masalah yang lebih bermasalah. Sekian, terima kasih.

Short Story

Entah berapa kali aku haru mengatakan aku menyerah tentang hal ini, namun kenyataanya, hingga sejauh ini aku masih bertahan, mungkin lebih tepatnya mencoba bertahan. Akankah ini menjadi yang terakhir, atau hanya luapan psikologisku sementara yang akan gagal seperti yang lainnya. Mungkin aku telah cukup lelah melalui semuanya sendirian. Dan mencoba menjalani kehidupan baru setiap harinya dengan rangkaian mimpi-mimpi yang indah. Ya, memang hanya sebatas mimpi. Mimpi yang dapat mengubah jalan pikiranku untuk kesekian kalinya. Kesal, lelah, marah, membuatku terpaksa mengalah dan mengikuti mimpi itu yang seakan merayuku untuk tetap bertahan menanti masa-masa indah yang akan datang kelak. Menjanjikan seribu harapan yang tak pernah menjadi nyata. Dan meyakinkanku bahwa telepati itu benar-benar ada dan terjadi padaku. Mungkinkah karena aku terlalu memaksakannya? jika benar apalah arti mimpi-mimpi itu semua? Mimpi yang tak pernah membiarkanku sedetikpun untuk keluar dari batas dimensimu.

To Tumblr, Love Pixel Union